Senin, 14 November 2016

TAGINE .... Kuliner Khas Morocco

MOROCCO ... 

Semua begitu amazing di Morocco membuat saya susah move on even the holiday is over. Hiks.. hiks

Banyak kenangan yang tersisa, tapi kali ini saya ingin mendokumentasikan resep TAGINE kuliner khas Morocco. Siapa tau ntar2 saya bisa nyoba buat tagine made in dewe meskipun pas saat disana sempat bete dengan menu tagine lagi tagine lagi.






Senin, 30 November 2015

Catatan Perjalanan Umrah 2013

Bisa kembali melaksanakan umrah ke Makkah dan Madinah di bulan Juni 2013 merupakan berkah dari Yang Maha Kuasa. Selalu ada kerinduan yang mengusik hati dan pikiran saya untuk kembali, kembali dan kembali lagi mengunjungi Baitullah dan ziarah ke makam Rasulullah. Dalam setiap perjalanan  religi ini selalu ada kisah yang berbeda, pelajaran baru, hikmah yang berbeda yang Alhamdulillah semakin menguatkan iman yang  kadang semakin keropos tergerus oleh rutinitas keseharian.


Hijab

Beragam cara Allah memberikan hidayah bagi seorang muslimah untuk berhijab. Henny, teman seperjalanan dalam umrah kali ini menceritakan bagaimana awalnya dia mulai tergerak hatinya untuk berhijab. Mengganti semua rok mini dan baju-baju "you can see" nya dengan gamis dan gaun-gaun panjang.

Adalah sosok ustad Jeffry atau yang biasa disapa dengan Uje lah yang menginspirai henny untuk mulai berhijab. Tapi bukan ceramah Uje yang menyentuh hatinya untuk berhijab, tetapi peristiwa kematian Uje yang sangat tidak disangka-sangka itulah yang membuat henny tergerak hatinya untuk menggunakan jilbab. Uje meninggal tanggal 26 April 2013 pada usia yang relatif masih muda, 40 tahun.

Melaksanakan umrah pun tidak pernah terlintas dalam benaknya sebelum dia memutuskan untuk berhijab. Sebulan setelah mengenakan jilbab, tanpa ragu dia mendaftar umrah bersama keluarga tantenya. Bahkan henny telah mendaftar haji dengan masa tunggu 13 tahun lagi. Dalam hati saya berdoa agar saya dan henny dapat tetap istiqomah dalam berhijab. 


Naik Turunnya Iman

Pada perjalanan pulang dari Jeddah ke tanah air, saya dan henny duduk bersebelahan. Alhamdulillah, umrah kali ini merupakan umrah yang kesekian kali buat saya. Dalam obrolan disepanjang perjalanan, henny menanyakan motivasi saya untuk ber umrah setiap tahun.

Sayapun menganalogikannya dengan batere handphone, karena terlalu sering dipakai ada saatnya batere tersebut akan soak akibat pemakaian yang terus menerus sehingga batere tersebut perlu di charge ulang (recharge). Demikian pula lah halnya dengan iman dalam diri saya, akibat rutinitas terus menerus tanpa sadar tercipta keterbatasan dalam beribadah dalam diri saya. Kadang  saya terburu-buru dalam melakukan ibadah wajib karena sudah ditunggu oleh rutinitas kerjaan yang lain, kadang juga kurang khusuk dalam beribadah, gak sempat baca Qur'an dan lain-lain.

Adakalanya iman di dalam hati drop karena berbagai permasalahan yang di hadapai. Oleh karena berbagai kondisi dan permasalahan yang dihadapi itulah menurut saya perlu me-recharge  iman dengan melaksanakan umrah. Mensetting agar saya berada di suatu kondisi agar dapat beribadah sepenuhnya tanpa dikejar-kejar rutinitas yang rasanya gak akan pernah ada habisnya. Dalam setahun ada 365 hari, masak sih saya gak bisa menyisakan sekitar 9 sd 12 hari khusus bagi Sang Maha Pemberi Rahmat, Sang Pemberi Rezeki, Sang maha pengasih dari semua yang pengasih.

Begitulah cara saya untuk bersyukur atas semua rahmat, rezeki dan kasih sayang yang telah diberikan-Nya kepada saya. Tak akan cukup waktu yang diberikan untuk membalas semua nikmat yang diberikan Allah. Tak akan cukup waktu yang diberikan untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Ya Allah ... janganlah Kau cabut  nikmat, rahmat dan kasih sayang yang telah Kau berikan selama ini.
Amiin YRA ....

Rabu, 17 Desember 2014

Tips Berkunjung ke Europe

  • Mata uang Euro (1 EUR = Rp. 15.520), lebih baik membawa uang dalam bentuk EURO yang berlaku di setiap negara dan USD yang dapat ditukarkan dengan mata uang negara setempat. Kecuali Swiss menggunakan Swiss Franc.
  • Negara-negara di Europe mempunyai 4 musim (semi, gugur, dingin, panas), bawalah pakaian sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa membawa baju hangat/jaket/mantel untuk antisipasi udara dingin di pesawat dan pada malam hari. Dianjurkan memakai sepatu tumit rendah yang nyaman untuk berjalan jauh dan topi. Jangan lupa membawa payung lipat, kacamata, krim tabir surya, lipgloss dan lotion.
  • PERBEDAAN WAKTU  : di Europe lebih lambat 6 jam dari Jakarta atau kota-kota di Wilayah Indonesia Barat (WIB).
  • Bawalah obat-obatan seperlunya seperti obat sakit kepala, sakit perut, flu, batuk, vitamin. Juga obat-obatan pribadi (jika punya penyakit khusus) beserta resep dokter bilamana nantinya akan diperlukan selama di perjalanan.
  • BAGASI, sesuai ketentuan airlines biasanya setiap orang hanya boleh membawa 1 (satu) bagasi/koper dengan kondisi bagus dengan berat maksimal 20 kg (economy class) dan 1 (satu) buah handbag kecil dengan berat max 7 kg dengan ukuran bag 55 x 36 x20 cm.
  • ELECTRICITY : Sebagai informasi bahwa electricity di Europe 220-230 volts dengan colokan sama seperti di Indonesi
  • MAKANAN : Bagi yang lidahnya susah beradaptasi dengan makanan di Europe, sebaiknya membawa makanan kecl seperti mie instan, sambal, rendang dll. Tapi tidak diperbolehkan membawa makanan yang cepat rusak dan buah-buahan.

Persyaratan Visa Eropa/Schengen (kedutaan France)

Punya rencana untuk traveling ke Europe?
Persyaratannya sebagai berikut :

-  Paspor lama dan paspor baru (6 bulan ke atas)
-  Surat sponsor ditujukan ke Embassy of France (Di atas kop surat dlm bahasa Inggris)
-  Copy SIUP (jika owner)
-  Copy bukti keuangan ( 3 bulan terakhir terupdate)
    Disarankan minimal keuangan Rp. 50 jt / orang dan tidak mendadak
-  Copy kartu keluarga
-  Copy akte nikah
-  Copy akte lahir anak (jika anak ikut)
-  Formulir visa France (Hanya ditanda tangani pada hal 3 no 37 dan kolom signature)
-  Form wajib isi France (Wajib di isi masing-masing lengkap utk appointment website)
-  Foto 4 lembar (Ukuran 3.5 x 4.5 zoom wajah 70 % & latar putih,  kening dan telinga tidak
    boleh tertutup dan foto yang belum pernah dipergunakan)
-  Surat izin suami + copy KTP (apabila suami tidak ikut)
-  Surat ganti nama (jika ada)
-  Surat keterangan sekolah (Untuk anak yang masih pelajar)
-  Akta kematian (jika ada)

Para peserta wajib menghadap untuk biometric/sidik jari sesuai tanggal yang telah di schedule-kan biometric dari kedutaan.
Proses kerja 5 - 14 hari kerja (dan ambil appointment melalui website)


NOTES :
-  Additional requirements (tambahan data jika diperlukan dari kedutaan)
   bisa saja terjadi sewaktu-waktu
-  Nama di passport HARUS sama dengan nama di Kartu Keluarga. Bukti Tabungan
   dan Surat Sponsor
-  Anak di bawah 18 tahun kedua orangtuanya harus datang menghadap dan apalagi salah satu
   atau kedua orang tua nya tidak ikut berpergian ke Europe
-  Alamat di belakang passport tidak boleh menunjukkan alamat di luar negeri (penduduk luar negeri)
-  Keputusan visa diterima atau tidaknya merupakan otorisasi/kebijakan dari kedutaan
   yang bersangkutan
-  Bagi peserta dengan usia prodiktif / sudah lulus wajib melampirkan surat keterangan kerja,
   copy tabungan dan referensi bank (jika diperlukan) / dimasukkan posisi pekerjaan di dalam
   surat sponsor.

Minggu, 12 Oktober 2014

"Ceker Ayam" Made in Bengkel






Cemilan merupakan hal yang wajib disiapkan untuk menemani saat perjalanan jauh. Awal September ketika akan tugas ke Padang Sidempuan seperti biasa kami mampir untuk beli cemilan di sebuah home industri di desa Bengkel. Karena membeli langsung ke tempat produksi sudah pasti harga disini lebih murah jika dibandingkan dengan harga di Pasar Bengkel yang merupakan pusat jajanan dan oleh-oleh.

Minggu, 29 Juni 2014

Catatan Tradisi Punggahan Menjelang Ramadhan

Tradisi punggahan dimaknai sebagai penyambutan  bulan penuh rahmat  merupakan ungkapan kegembiraan karena dapat kembali bergabung dengan bulan yang amat dinantikan oleh umat muslim. Beragam cara masyarakat Indonesia untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, pada umumnya masyarakat akan melaksanakan ziarah kubur, makan bersama kerabat dan keluarga, ada juga yang melakukan tradisi berpangir yaitu mandi pangir dengan air yang sudah dicampur wewangian yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan terutama daun pandan. Tujuannya adalah untuk mensucikan diri  untuk bersiap-siap menyambut Ramadhan.

Ramadhan sudah diambang pintu ketika hari Sabtu siang, 28 Juni 2014 saya dan mimi mengunjungi seorang kerabat guna bersilaturrahmi dan bermaaf-maafan. Karena waktu Ashar telah hampir tiba kami diajak ke mushola Al Hidayah yang terletak di Desa Sei Belumei, Tanjung Morawa yang letaknya tidak jauh dari rumah kerabat tersebut. 

Selasa, 03 Juni 2014

Museum Cinta Le Mayeur dan Ni Pollok di Pantai Sanur








Setelah makan siang dari warung Mak Beng, saya menuju museum Le Mayeur yang terletak di Jl. Hangtuah, Sanur Bali, menghadap pantai Sanur dan berada diantara deretan toko cenderamata yang berada disepanjang pantai Sanur.



Modus Tipu-Tipu




 Pesan DIAN SARI di facebook



Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Mei 2014 sekitar pukul 12.30 WIB saya sempat buka facebook karena melihat ada icon FB di BlackBerry. Di inbox ada pesan baru dan setelah saya lihat ternyata dari seorang cewek yang bernama  DIAN SARI. Isinya seperti foto di atas dimana dia ngakunya tinggal di London, menjadi istri kedua dari seorang  warganegara Amerika, bla...bla... bla.... dan akhirnya cewek ini pengen nitip uangnya kesaya.


Sabtu, 31 Mei 2014

Menunda-Nunda .....



DO IT NOW.  SOMETIME 'LATER' BECOME 'NEVER'


Sudah lama sekali gak nulis diblog pribadi maupun di kompasiana. Ada aja alasan yang membuat aku menunda-nunda untuk sharing perjalanan melalui tulisan. Yang sibuk karena kerjaan lah, banyak rutinitas di keluarga, belum lagi urusan domestik yang kayaknya gak ada habisnya. 

Banyak cerita-cerita perjalanan yang sudah masuk dalam daftar tunggu untuk di publish, tapi jari-jari ini rada berat untuk memulai menekan huruf-huruf di keyboard laptop, komputer maupun tablet. Kisah perjalanan ke Jepang, Turki, tahun lalu belum tuntas ditulis. Kisah spiritual sewaktu menjalankan umrah ke tanah suci masih saja berupa draft  belum kelar juga ditulis. Waktu bulan Maret lalu sempat ke Korea.... tapi lagi-lagi belum kepikiran untuk di sharing. 

Akhirnya pas seminggu lalu liat status teman di facebook : DO IT NOW.  SOMETIME 'LATER' BECOME 'NEVER'. Barulah tersadar bahwa sudah banyak banget   hal-hal yang ingin dan harus dikerjakan tapi gak terlaksana karena sikap menunda-nunda. Awal-awal mulai ngeblog, aku terinspirasi dengan seorang blogger yang bisa mempublish satu tulisan setiap hari.

Karena perjalanan ke Bali baru beberapa minggu yang lalu, masih segar dalam ingatan, tentu lebih    mudah untuk di tulis. Mudah-mudahan ini menjadi pembuka yang manis untuk tulisan-tulisan selanjutnya. Ayo ... Semangaaaat.

Warung Mak Beng : Menu Sederhana Nan Lezat





Menu Ikan Ala Warung Mak Beng



Salah satu kuliner yang perlu dicoba saat berada di Bali terutama jika anda berada di kawasan pantai Sanur adalah warung Mak Beng. Warung ini terletak di Jalan Hangtuah No. 45 Sanur, kira-kira 20 meter  menuju ke arah pantai Sanur. Tepat di depan warung ini terdapat sebuah pura. Informasi yang saya peroleh dari kasir, warung ini buka mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 17.00 sore.

Selasa, 04 Maret 2014

My Favorite Hadist






"Sesungguhnya cobaan dan ujian Ku itu hanya dua, kesenangan dan kesusahan. Banyak dari hamba Ku yang lulus dari ujian ketika Aku uji mereka dengan kesusahan dan kesulitan, mereka mendekat dan bersujud kepada Ku, namun .... ketika Aku uji mereka dengan kesenangan, mereka berpaling dan menjauh dari Ku" (HR. Muslim)




Sepenggal Kisah dari Sahabat

Kisah ini dikirimkan sahabat kepada saya melalui whatsApp, kisahnya menarik dan sayang untuk dihapus begitu saja. Maka saya copas ke blog supaya bisa lebih bermanfaat.

Begini kisahnya :

Seorang Syekh yang alim lagi berjalan-jalan santai bersama salah seorang diantara murid-muridnya di sebuah taman. Ditengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya. 

Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar : "Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi dibelakang pohon-pohon? Nanti ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas."

Syekh yang alim dan bijak itu menjawab : 
"Ananda, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang kamu coba memasukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian kamu saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu."

Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya. Dia langsung saja berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun. Tidak beberapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibaskan kotoran dari pakaiannya. Dia berjalan menuju tempat sepatunya ia tinggalkan sebelum bekerja. Ketika ia mulai memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia menjadi terperanjat, karena ada sesuatu di dalamnya. Saat ia keluarkan, ternyata .... uang.

Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang. Dia memandangi uang itu berulang-ulang, seolah-olah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun. Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil melihat ke langit dan menangis. Dia berteriak dengan suara tinggi, seolah-olah ia bicara kepada Allah Arrozzaq :

" Aku bersyukur kepada-Mu wahai Robbku. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak dan istriku dari celaka." 

Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah. Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.

Ketika itu Syekh yang bijak tersebut memasukkan pelajaran kepada muridnya :
"Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?"

Sang murid menjawab :
"Aku sudah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku : 
"Ketika kamu memberi kamu akan mendapatkan kebahagian yang lebih banyak dari pada kamu mengambil."

Sang guru melanjutkan pelajarannya. Dan sekarang ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam :

  • Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam adalah suatu pemberian.
  • Mendoakan temanmu di belakangnya (tanpa sepengetahuannya) itu adalah suatu pemberian.
  • Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya juga suatu pemberian.
  • Menahan diri dari membicarakan aib saudaramu di belakangnya adalah pemberian lagi.

Ini semua adalah pemberian, supaya kesempatan memberi tidak dimonopoli oleh orang-orang kaya saja. Jadikan semua ini pelajaran ....

Semoga bermanfaat ....



Senin, 26 Agustus 2013

Minggu, 28 Juli 2013

Mahalnya Naik Taksi dari Bandara Kuala Namu ....



Selamat Datang Kuala Namu International Airport (KNIA) ........

Bandara Kuala Namu di Deli Serdang mulai beroperasi  bagi penerbangan sipil  pada pukul 00.01 WIB, Kamis 25 Juli 2013 menggantikan bandara Polonia.

Sabtu, 27 Juli 2013 merupakan hari ketiga beroperasinya bandara Kuala Namu. GA 186 dari Jakarta tujuan Medan membawaku untuk pertama kalinya menginjakkan kaki di bandara yang kedepannya diproyeksikan akan menjadi bandara terbesar di Asia Tenggara.

Senyum saya mengembang saat  pramugari mengumumkan " Selamat datang di Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Medan."
Bandara Kuala Namu berada di Kabupaten Deli Serdang, bukan di Kota Medan. Kalau bandara Polonia baru berada di Kota Medan.





Selamat Tinggal Polonia .......






Selasa, 23 Juli 2013

Kopi Joos ...... Memang Ngejoos


Kopi Joos dengan arang yang masih membara


Saat berkunjung ke Jogya 17-20 Juli lalu bertepatan dengan bulan Ramadan. Namun hal itu tidak menyurutkan niat saya untuk menikmati suasana Jogya di malam hari. Salah tempat yang di rekomendasikan adik sepupu  dan Ikhsan temannya adalah lesehan di angkringan yang terletak di jalan sebelah stasiun kereta api.

Minuman khas  di angkringan yang terdapat di sepanjang jalan adalah KOPI JOOS. Walaupun sudah sering ke Jogya namun baru kali ini saya diajak menikmati kopi joos. Kamipun memilih untuk lesehan di angkringan kembar yang ternyata penjualnya memiliki anak kembar.

Apa sih keistimewaanya kopi joos?

Kopi joss layaknya seperti kopi pada umumnya  dibuat dari kopi bubuk, gula dan diseduh dengan air mendidih. Yang membuatnya istimewa adalah ditambahkannya sepotong arang panas yang merah membara ke dalam gelas. Saat arang panas dicelupkan kedalam gelas yang berisi kopi, maka terdengarlah bunyi joos. Itulah yang awal mulanya dinamakan kopi joos.

Saya sebenarnya bukan penikmat kopi, tapi kopi joos yang terlihat lebih encer dari kopi biasa  menemani saya  menikmati kota Jogyakarta di malam bulan Ramadan ini. 

Menurut adik saya,  kopi joss ini dipercaya berkhasiat menghilangkan racun-racun didalam tubuh dan dapat juga menghilangkan beberapa penyakit seperti kembung, mules, dan  sakit perut. 


Ngabuburit ke Bandara Kuala Namu


Minggu sore sambil menunggu waktu berbuka puasa, saya  bersama seorang teman ngabuburit ke lokasi Bandara Kuala Namu. Bandara baru ini berjarak kira-kira 39 km dari kota Medan. Berkaitan dengan perkerjaan, penting bagi saya untuk mengetahui lokasi dan akses menuju bandara baru di Provinsi Sumatera Utara ini. Mengingat mulai tanggal 25 Juli 2013 semua aktivitas penerbangan akan dialihkan  dari bandara Polonia ke Kuala Namu International Airport (KNIA). 

Sesampainya di lokasi bandara, kami hanya dapat memandang pintu gerbang tol menuju bandara karena bandara KNIA ini belum dibuka untuk umum. Terlihat ramai warga yang juga berada di lokasi bandara untuk melihat-lihat, baik yang baru datang maupun yang beranjak meninggalkan depan pintu tol bandara.

KNIA mempunyai keistimewaan dibanding dengan bandara lainnya di Indonesia, dimana salah satu akses menuju lokasi bandara dapat ditempuh dengan menggunakan moda kereta api. Terintegrasinya jaringan kereta api dengan bandara merupakan satu-satunya di Indonesia.


Di bawah ini ada beberapa foto yang diambil dari dalam bandara. oleh  teman yang mempunyai akses untuk masuk ke dalam wilayah bandara Kuala Namu sehari sebelumnya.



Gerbang Tol Kuala Namu International Airport (KNIA)








Persiapan stasiun kerata api yang berada didepan gedung utama KNIA



 Model Gedung KNIA







Rabu, 08 Mei 2013

Wisata Kuliner di Solo

Pada saat berada di Solo mulai tanggal 5-7 Mei, saya sudah mulai menyusun agenda khusus untuk  wisata kuliner. Sepanjang perjalanan dari  bandara ke hotel saya ngajak ngobrol supir taksi sambil tanya-tanya dimana lokasi makan yang enak dan kerap jadi tujuan pendatang jika berkunjung ke Solo. Banyak tempat makan yang diusulkan si mas supir taksi, diantaranya mencicipi tengkeng di Pasar Klewer tapi bukanya cuma pagi sampai jam 9, bisa juga ke Galabo yang merupakan wisata kuliner malam hari, soto gading, timlo sastro, nasi liwet di solo baru dan tentu saja serabi Solo. Hhhmmmm, bingung deh jadinya ....

Dari sekian banyak info tentang makanan yang harus saya jajal kelezatannya, akhirnya saya memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat saja yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat saya nginap. Disamping itu tentu saja karena keterbatasan waktu karena Selasa pukul 09.30 saya sudah harus berada di bandara.


Tengkleng di Galabo

 Cerita tentang wisata kuliner di Galabo dapat di baca pada tulisan terdahulu.





Nasi Liwet Wongso Lemu



Malam kedua di Solo ... saya mencoba mencicipi nasi liwet  Wongso Lemu.  Lokasinya tak begitu jauh dari hotel tempat saya menginap. Bukanya mulai malam hingga menjelang subuh.






Tersedia   menu nasi liwet dengan berbagai variasi, dari nasi liwet hanya dengan suwiran ayam sampai nasi liwet komplit dengan hati rempela, paha dan dada ayam plus telur, tahu. Sambil menunggu pesanan  datang, saya melihat-lihat keadaan sekitar ruangan. Warung ini ternyata cukup terkenal, disalah satu dinding  dipenuhi dengan  deretan foto-foto artis dan pejabat yang pernah berkunjung dan mencicipi nasi liwet wongso lemu ini. Mulai dari Muhamad Nuh (Menteri Pendidikan saat ini), Ruhut Sitompul, Chintami Atmanegara dll, tapi yang menarik perhatian saya adalah foto Jokowi.
 





Akhirnya nasi liwet pesanan saya pun datang. Tetapi lidah Sumatera saya kayaknya kurang bersahabat dengan nasi liwet bu wongso lemu.






Soto Triwindu







Bapak tua ini terlihat masih sigap mempersiapkan soto pesanan para pengunjung yang pagi datang silih berganti. Untuk sarapan selasa pagi itu saya memesan seporsi soto, teh manis panas. Didalam steling yang bentuknya sangat khas itu tersedia juga, pegedel, tahu, tempe, lendak, peyek dan kerupuk. Tinggal pilih aja sesuai selera.







Tak lupa saya mencicipi makanan khas yang bernama  lendak (maaf kalo salah tulis), makanan ini terbuat dari campuran singkong, kelapa dan kacang tanah. Biaya sarapan pagi saya cuma Rp. 13.500 untuk semangkok soto, teh manis dan satu buah lendak. Murah,  meriah ,,,, mantap.



Senin, 06 Mei 2013

Mencicipi Tengkleng di Galabo, Solo



Minggu sore saat berada di Solo, saya jalan-jalan terlebih dahulu ke Paragon Mall sambil menunggu tempat wisata kuliner malam buka. Naik becak dari Kusuma Sahid Prince Hotel tempat saya menginap selama di Solo ke Paragon Mall sekitar Rp. 15 ribu. Setelah selesai makan siang yang rada telat di food bazar dan keliling mall hingga sore, saya bergegas keluar mall, mencari becak untuk melanjutkan perjalanan menuju Galabo.





Galabo singkatan dari "Gladag Langen Bogar Solo" merupakan tempat wisata kuliner malam di pusat kota Solo. Pagi sampai sore Galabo merupakan Jl. Mayor Sunaryo merupakan jalan umum, baru pada sore hari jalan ini ditutup untuk umum dan berubah fungsi dari jalan menjadi tempat wisata kuliner.

Dengan menyewa becak dan setelah tawar menawar akhirnya disepakati biaya dari Paragon mall - Galabo - Hotel sebesar Rp. 30.000. Sebenarnya saya tidak tau jarak yang pasti tetapi karena pengen naik becak saya setuju saja dengan harga yang ditawarkan si bapak penarik becak.





Sesampainya di Galabo, suasana masih sepi hanya ada beberapa pengunjung. Terlihat beberapa pedagang masih beberes menata dagangannya. Suasana di Galabo apik dan bersih, terlihat juga petugas yang sedang menyetel sound system untuk live music. Saya berjalan menyusuri deretan stall yang tertata rapi.

Setelah melihat berbagai menu makanan yang sebagian tertulis di banner, akhirnya sayapun memutuskan memesan menu tengkleng di sebuah stall Sate Petir yang menyediakan makanan berbahan dasar kambing, ada sate buntal dan lain-lain, tetapi saya lebih tertarik untuk mencicipi tengkleng.











Tengkleng merupakan makanan khas Solo, berupa sop yang terdiri dari tulang-tulang kambing  yang masih tersisa sedikit daging yang melekat pada tulang kambing tersebut.

Akhirnya pesanan tengkleng sayapun tiba, sambil menikmati live musik yang sedang menyanyikan lagu 'mau dibawa kemana'  Armada, sayapun mencicipi tengleng yang dibanderol seharga Rp. 20.000,- bersama dengan sepiring nasi yang sudah dicetak dalam bentuk kembang. Rasanya sayang untuk memakan nasi yang terlihat indah ini.  Hmmm. Yummy ...





Semakin malam suasana di Galabo semakin ramai, banyak pengunjung yang memilih duduk lesehan yang telah disediakan di sepanjang trotoar jalan.  Setelah selesai makan saya kembali ke hotel yang ternyata hanya berjarak lebih kurang 300 meter  dari Galabo.



Senin, 29 April 2013

Oleh-Oleh Dari Jepang

"Mana oleh-olehnya?"
Kalimat itu sangat familiar ditelinga saat saya pulang dari melakukan perjalanan. Baik itu dalam rangka tugas kantor  apalagi saat berkesempatan liburan ke luar negeri.

Namun .....

Oleh-oleh kan tidak harus selalu dalam bentuk cinderamata. Cerita menarik mengenai adat, kebiasaan di suatu daerah baik di dalam maupun di luar negeri dapat menjadi oleh-oleh yang spesial yang tidak kalah menarik dari gantungan kunci, kaos dan cindera mata lainnya.  Dalam kunjungan ke Jepang Maret 2013 yang lalu, banyak  cerita menarik tentang masyarakat Jepang yang saya alami sendiri maupun info yang didapat dari Mas Heri (pemandu selama di Jepang).


Banyak kejadian dan cerita dari Mas Heri  tentang masyarakat Jepang yang membuat saya terkagum-kagum sambil berharap mudah-mudahan hal seperti itu menular pada masyarakat kita, diantaranya .....
  • Rasa Malu, pada saat ini umumnya orang Jepang itu  Atheis alias tidak mempercayai agama. Dahulunya mayoritas orang Jepang menganut agama Shinto. Tetapi dengan hanya bermodal rasa malu orang Jepang itu takut  melakukan hal-hal yang tidak terpuji misalnya mencuri, korupsi  dll. Jepang juga terkenal dengan "Harakiri" yaitu tindakan bunuh diri akibat telah melakukan sesuatu kesalahan besar.
  • Disiplin, kalau soal disiplin Jepang memang nomor wahid,contoh kecilnya budaya antri. Saya perhatikan kalau berjalan di eskalator biasanya secara otomatis warga jepang berdiri diarah kiri agar tersedia ruang di sebelah kanan bagi orang yang ingin berjalan mendahului kita.
  • Jujur, ini pengalaman seorang peserta tour yang dibawa oleh mas Heri yang pernah ketinggalan IPAD di stasiun kereta. Tetapi mereka masih bisa menemukan IPAD tersebut padahal ada selang waktu yang cukup lama saat mereka kembali ke stasiun. Intinya,  warga Jepang tidak akan mengambil barang yang bukan miliknya.

Masyarakat Jepang dewasa ini semakin bersifat individualis, bahkan  banyak yang memutuskan untuk tidak berkeluarga. Salah satu cara untuk menyiasati rasa sepi biasanya mereka memelihara anjing sebagai teman. Di jalan maupun di taman sering terlihat warga Jepang berjalan-jalan dengan seekor anjing yang lucu karena sudah didandani.