Jumat, 24 Februari 2012

Catatan Perjalanan di Beijing

Bulan Febuari masih akhir musim dingin (winter) di Beijing, namun tidak menyurutkan niat saya untuk mengunjungi kota Beijing meski kabarnya udara masih sangat dingin. Perjalanan saya kali ini dimulai dari tanggal 17 - 23 Febuari 2012 yang bergabung dengan salah satu travel dari kota saya. Biasanya musim dingin merupakan musim yang saya hindari bila merencanakan liburan ke negara yang mempunyai 4 (empat) musim, sudah pasti karena saya merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan iklim yang belum pernah saya rasakan.


Catatan  selama di Beijing :


17 Febuari 2012 (Jumat)

Jumat malam dengan pesawat Air Asia flight number AK 1357, pada pukul 21.20 malam berangkat ke Kuala Lumpur. Perjalanan ke Kuala Lumpur hanya ditempuh dalam satu jam saja dan kami tiba di Terminal LCC pada pukul 23.20 malam, waktu di Kuala Lumpur satu jam lebih cepat dari Medan. 

Setelah proses imigrasi dan pengambilan bagasi dilanjutkan dengan acara bebas tetapi besok pagi (sabtu) pukul 06.00 pagi sudah harus berkumpul lagi di depan Mc Donald. Sebagian peserta melanjutkan dengan mencari makan malam atau bisa juga disebut dengan makan sahur... hehehe , karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 01.00 pagi. 

Pada umumnya peserta memilih stay di bandara tetapi ada juga keluarga yang memilih menginap di hotel di sekitar bandara. Ini pengalaman pertama saya stay di bandara untuk menunggu penerbangan berikutnya. 


18 Febuari 2012 (Sabtu)

Pukul 06.00 pagi  seluruh peserta berkumpul di depan Mc Donald's, ada beberapa peseta yang terlambat. Setelah proses check in bagasi dan proses imigrasi akhirnya pada pukul 08.30 pagi dengan pesawat Air Asia flight number D7312 kami take off menuju Binhai International Airport di Kota Tianjin. 


Suasana di pesawat lenggang karena tidak semua kursi terisi sehingga beberapa teman mencari kursi kosong di bagian belakang pesawat dengan  membuka bagian pembatas dan ... apalagi kalo bukan tidur dengan 3 kursi yang disatukan. Perjalanan Kuala Lumpur ke Tianjin ditempuh dalam waktu 6,5 jam, kami tiba di Binhai International Airport pada pukul 14.35 sore. 

Pada pukul 13.45 pilot mengumumkan kalau pesawat akan mendarat lebih kurang 30 menit lagi dan suhu dilaporkan 1 derajat Celcius. Dari jendela pesawat terlihat matahari bersinar dengan terangnya.


Proses pengambilan bagasi dan proses imigrasi tidak begitu lama dan termasuk cepat , mungkin karena Tianjin terletak dipinggir kota dan frekwensi penerbangan tidak begitu ramai. Sore itu hanya ada dua pesawat yang mendarat.


Alex, Pemandu Tour




Setelah semua urusan bagasi selesai, bersama pemandu (Alex) yang telah menunggu, kami diajak menuju ke bus yang sudah menunggu. Begitu melewati pintu keluar bandara Binhai di Tianjin,  udara dingin terasa menggigit tulang, hingga rasanya membekukan tangan yang saat itu saya lupa pake sarung tangan. Dengkul saya terasa dingin dan sampai bergetar sangkin dinginnya. Matahari yang bersinar terang ternyata tidak membawa kehangatan seperti yang saya pikir sebelumnya.Menurut Alex, meskipun sudah memasuki akhir musim dingin tetapi suhu bisa mencapai 6 derajat di pagi hari, 0 derajat sore hari, dan malam bisa mencapai - 5 derajat celcius.


Tianjin merupakan kawasan pabrik. Perjalanan Tianjin ke Beijing sepanjang 140 km2 melalui jalan tol hanya ditempuh selama 1,5 jam. Infrastruktur jalan yang sangat bagus membuat perjalanan terasa nyaman dan cepat sampai ke tempat tujuan. Di China semua tanah merupakan milik negara, masyarakat hanya diberi hak pakai selama 70 tahun dan 60 tahun untuk swasta. Hal ini yang menyebabkan pemerintah mudah menata infrastruktur jalan, karena pemerintah mempunyai kuasa penuh terhadap tanah yang bisa saja sewaktu-waktu mengambil tanah masyarakat untuk program pemerintah.




Acara pertama sore ini, menyaksikan Acrobatic Show. Udara yang sangat dingin menyebabkan kami bergegas lari secepat mungkin ke tempat pertunjukkan. Saat itu saya merasa rindu dengan kehangatan udara hangat di Indonesia. Mungkin karena ini hari pertama kami sampai di Beijing sehingga masih butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan kondisi udara dingin di Beijing. 


 Salah satu Acrobatic Show
Setelah selesai nonton Acrobatic Show, kami makan malam dan menuju hotel untuk check in dan istirahat.

 19 Febuari 2012 (Minggu)


Setelah selesai sarapan di hotel, tepat pukul 08.00 pagi kami memulai perjalanan hari kedua di Beijing. Udara masih terasa sangat dingin ketika kami menuju bus, namun kali ini persiapan sudah lebih komplit, jaket winter, sarung tangan, kaos kaki tebal dan topi sudah dipakai untuk menghalau dingin. 


Perjalanan pertama mengunjungi Tian An Men Square yang merupakan alun-alun terbesar di dunia yang berbatasan dengan Gedung Parlemen, Menara Beijing (seperti Monas) dan Gedung .


 Di Tian An Men Square


Setelah mengambil foto grup dan masing-masing peserta bernarsis ria dengan jepret-jepret di lapangan Tian An Men, selanjutnya kami mengunjungi Kota Terlarang (Forbidden City) yaitu kompleks istana kekaisaran, yang merupakan rumah bagi kaisar selama lebih dari 500 tahun. 


 Memasuki kawasn Forbidden City


Setelah makan siang,  kami mengunjungi mesjid Nan Dou Ya untuk melaksanakan shalat zuhur. Mesjid ini kalau dilihat sekilas mirip dengan klenteng karena design bangunannya masih dominan menggunakan arsitektur china, hanya ada sedikit ornamen melengkung mirip kubah pada bangunan depannya. 

 Mesjid Nan Dou Ya

Acara selanjutnya mengunjungi Summer Palace yaitu Istana Musim Panas yang dibangun pleh Kaisar Qianlong Qing pada tahun 1751 dan dibakar pada tahun 1860 oleh tentara Perancis dan Inggris. Kemudian direnovasi oleh permaisuri Cixi. Karena keindahannya, taman ini menjadi favorit permaisuri Cixi. Permaisuri menamakan taman ini Yihe Yuan berarti taman kesehatan dan harmoni. 


Summer Palace


20 Febuari 2012 (Senin)


Setelah sarapan di hotel, kami berangkat menuju Jade Museum untuk melihat pembuatan kerajinan dari batu giok. Selanjutnya mengunjungi salah satu dari 7 keajaiban dunia yaitu Great Wall of China yang dibangun pada masa perang (475 - 221 SM) dengan tujuan melindungi dari serangan musuh dari bagian utara China. 

Great Wall


Setelah makan siang kami menuju ke Snow World Ski. Ini pengalaman saya pertama mencoba bermain ski, saya menyewa alat ski seharga 180 Yuan.

 Mencoba Bermain Ski





21 Febuari 2012 (Selasa)

Acara pagi dimulai dengan mengunjungi Chinese Traditional Medicine Center untuk menikmati foot massage. Kemudian kami mampir lagi di Silk Store untuk melihat-lihat produk-produk sutera dengan kwalitas terbaik.

Selanjutnya kami mengunjungi Olympic Stadium - Bird Nest, merupakan stadium yang berbentuk sarang burung (bird nest) yang dibangun khusus dan digunakan pada Olympiade tahun 2008 di Beijing. Olympic Stadium ini merupakan stadium kebanggaan bagi masyarakat China. Melalui stadium yang digunakan pada Olympiade tahun 2008 ini, China ingin memperkenalkan kondisi China saat itu pada dunia dan berharap hal tersebut menjadi arena promosi bagi China pada dunia.

 Olympic Stadium - Bird Nest



Selanjutnya, acara yang paling ditunggu ibu-ibu peserta tour termasuk juga saya yaitu shopping, shopping dan shopping.


22 Febuari 2012 (Rabu)


Pagi hari setelah sarapan di hotel, kami langsung check out dari Rosedale Hotel tempat kami menginap selama 4 malam. Pada umumnya bagasi peserta telah beranak pinak, malah beberapa peserta harus membeli koper baru karena banyaknya barang yang dibeli.

 Di Lobby Rosedale Hotel

Hari terakhir di Beijing, udara terasa lebih dingin dari hari-hari sebelumnya, kabut menyelimuti kota Beijing, suhu di pagi hari mencapai 1 derajat Celcius.

Pukul  09.00 pagi kami mulai meninggalkan hotel menuju bandara Binhai Tianjin,  kami masih punya sekitar 2 jam lagi untuk shopping di daerah Tianjin. Belanja di Beijing dan Tiajin memang murah tetapi kita harus berani menawar dari 10 - 90 % dari harga yang ditawarkan penjual. Peserta tetap masih punya semangat yang tinggi untuk belanja, mulai tas, pakaian, IPAD made in China bahkan masih banyak lagi peserta yang beli koper baru. Tak bisa dipungkiri turis dari Indonesia terkenal dengan hobbi belanja.

Karena keasyikan belanja sebagian peserta telat berkumpul di bus pada waktu yang sudah disepakati. Pukul 11.30 kami baru berangkat menuju restoran muslim untuk early lunch, kemudian melanjutkan perjalanan menuju bandara Binhai Tianjin melalui jalan tol yang hanya ditempuh selama 1 jam 15 menit saja.

Akhirnya pada pukul 15.50 dengan pesawat Air Asia flight number D7312 kami pun take off meninggalkan bandara Binhai Tianjin menuju Kuala Lumpur.













Tidak ada komentar:

Posting Komentar