Rabu, 25 Januari 2012

Pesona Pearl of Lake Toba di Taman Simalem Resort

Pada tanggal 21 - 23 Januari 2012 saya berkesempatan mengikuti famili gathering yang dilaksanakan di Taman Simalem Resort yang terletak di Jalan Raya Merek-Sidikalang Km 9. Taman Simalem Resort merupakan salah satu ekowisata yang terletak di perbukitan barat laut Danau Toba, salah satu danau vulkanik yang terdalam di dunia. Perjalanan ke Taman Simalem Resort dapat ditempuh  dalam 2,5 - 3 jam melalui perjalanan darat dari  kota Medan atau dapat juga dicapai lebih kurang 45 menit perjalanan dari kota wisata Berastagi.

Kawasan ekowisata Taman Simalem Resort berada dalam kawasan seluas 206 hektar  dan berada pada ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut. Kawasan ini dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata di Sumatera Utara yang menggabungkan konsep pertanian (agrowisata)  dengan luas lebih dari 25 hektar dan kegiatan ekowisata di dalam satu kawasan terpadu. Simalem dalam bahasa batak karo berarti sejuk dan nyaman, sangat sesuai dengan alamnya. Panorama di Taman Simalem Resort sangat indah, berhawa sejuk dan memiliki view yang bagus ke Danau Toba.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 35 km dari Kabanjahe, akhirnya kami sampai di gerbang security check Taman Simalem Resort. Beberapa petugas menyambut kami dan seorang petugas wanita dengan ramah memberi tahu tarif masuk yang dihitung berdasarkan ukuran mobil. Tarif masuk untuk mobil dikenai biaya  Rp. 250.000,-  sudah termasuk beberapa voucher untuk membeli makanan, minuman dan bermain di wahana outbound. 


Denah Kawasan Taman Simalem Resort



Melewati gerbang security di sepanjang jalan kami  menikmati  pemandangan    hutan  yang asri  dengan vegetasi pohon pinus, di sisi kanan kiri jalan ditanami dengan cinnamon (kayu manis)  yang terawat rapi  menambah keasrian jalan menuju  gapura utama Taman Simalem Resort. Di  sisi kanan gapura   terdapat  gedung reception dan pusat informasi.



Gapura Taman Simalem Resort


Setelah melewati gapura kita akan menjumpai sebuah air mancur buatan yang didesign dengan bentuk yang bulat yang disebut dengan "fountain of Wealth" . Tugu air mancur ini berada ditengah-tengah kawasan  Taman Simalem Resort  dan merupakan titik sentral yang mempunyai empat akses jalan menuju ke seluruh tempat-tempat fasilitas yang tersedia dikawasan  Taman Simalem ini.

Fountain of Wealth

Dengan berpatokan pada tugu air mancur sebagai pusat dari kawasan Taman Simalem Resort, maka terdapat empat zona kawasan yang masing-masing mempunyai fasilitas yang berbeda-beda yang akan saya uraikan sebagai berikut :
  • Pangambatan Valley,  berada  di sebelah barat  kawasan ini, kita dapat melihat  perkebunan Biwa dan Markisa, pusat pembibitan bunga (flower nursery), pondok-pondok di tepi sungai untuk berpiknik (riverside place), handycraft dan lokasi outward bound dan rekreasi.

Perkebunan Biwa dan Markisa



    Kebun Pembibitan Bunga




    
     Tempat  demontrasi pembuatan ulos
    
    
    Riverside Place
    
    
    Area outbound
    
    Pada area ini juga terdapat waterfall lodge, merupakan  penginapan yang eksklusif dengan panorama kehijauan hutan alami  dan air terjun.

    
    Jalan menuju waterfall lodge
    


    
     Situasi alam di waterfall lodge
    
    • Di arah timur kawasan simalem ini terdapat Karo Agrotourism  Farm & Mart, merupakan pusat penelitian, pengembangan dan penjualan bunga, buah dan sayuran. Sayuran yang ditanam pada kebun sayuran ini dapat kita pilih sendiri dan kemudian kita bayar di Agro Mart.  
    Pearl of Lake Toba merupakan lokasi favorit bagi wisatawan untuk berfoto dengan panorama Danau Toba sebagai backgroundnya. Di lokasi ini juga sering menjadi lokasi photo shoot bagi pasangan yang akan menikah untuk melakukan pre wedding photo.






    Pearl of  Lake Toba
    Masih di area ini terdapat "Tongging Point" yang memiliki fasilitas Tongging cafe & mart, merupakan sebuah cafe kecil untuk bersantai dan mini mart yang menjual snack dan beberapa kebutuhan pribadi bagi wisatawan. Disini juga dijual souvenir dan T. Shirt khas Taman Simalem Resort. Tidak jauh dari cafe & mart ini terdapat Tongging Lodge & convention berupa penginapan (dormitori) yang dibedakan khusus untuk pria dan wanita. Pada saat ini fasilitas hotel dan convention sedang dalam konstruksi. Kedua dormitori ini khusus dirancang dengan bentuk bulat yang terdiri dari tiga lantai. Dengan bentuk yang demikian dari setiap kamar akan   dapat melihat view alam yang indah. Terlihat Buddhist temple yang masih dalam pembangunan dari kamar yang saya tempati.


      



    Fasilitas yang paling menarik dan unik yang terdapat di  kawasan ini adalah "Amphitheater", yaitu sebuah  theater  terbuka  yang lokasi panggungnya seakan-akan tepat berada di tepi Danau Toba. Lokasinya sangat sangat indah, penonton akan melihat panggung  dengan pemandangan Danau Toba sebagai latar belakangnya.    Dari beberapa kali  mengunjungi theater ini, saya melihat pihak pengelola melakukan perubahan pada tepi panggung yang menghadap ke Danau. Dahulu tepi panggung diberi pembatas kaca transparan sehingga panggung terlihat menyatu dengan Danau. Mungkin untuk alasan keamanan sekarang tepi panggung diberi pembatas dinding batu dengan tetap memberi aksen kaca pada jarak-jarak tertentu. Menurut informasi yang saya peroleh sayangnya sampai saat ini belum pernah dilakukan pertunjukan di Amphitheater ini. 



    Panggung Amphitheater



     Amphitheater

    • Disebelah selatan kawasan ini terdapat Kodon-Kodon Cafe yang biasa digunakan sebagai tempat start bagi wisatawan yang akan melakukan trekking ke air terjun kembar.  Menariknya dari  toilet di  Kodon Kodon Cafe kita dapat melihat Danau Toba karena dinding luar toilet terbuat dari kaca transparan. Fasilitas lainnya yaitu camping ground yang berada di tepi sungai yang dilengkapi dengan toilet dan kamar mandi. Kemudian terdapat air terjun kembar yang digunakan sebagai tempat tujuan akhir dari salah satu jalur trekking dari empat jalur trekking yang terdapat di Taman Simalem Resort ini. 
    Kodon Kodon Cafe


     Air Terjun Kembar

    Sekitar  dua kilometer dari titik start untuk trekking ke air terjun kembar kita akan menuju kesebuah bukit yang disebut dengan One Tree Hill, jalan ke bukit ini rada sempit dan agak jelek karena aspal yang mulai terkelupas. Di sepanjang jalan menuju bukit ditanam pohon Alpukat yang tertata rapi di sisi kanan dan kiri jalan, kelihatan pohon ini belum lama di tanam karena masih sangat kecil. Bukit ini disebut One Tree Hill karena di bukit ini hanya ada sebatang pohon pinus yang tumbuh disana. Dari bukit ini kita dapat melihat Danau Toba dari sisi yang lain dan sudah tentu pemandangannya sangat indah, di bukit ini angin berhembus sangat kencang dan suasana sangat dingin. Rencananya puncak dari pengembangan Taman Simalem Resort adalah dengan membangun One Tree Hill Villa Resort yang merupakan hunian khusus  member dengan sambungan   cable car yang menuju ke tepian Danau Toba.





     Pemandangan Danau Toba dari One Tree Hill



     Danau Toba dari One Tree hill








    • Yang terakhir ke arah  Utara, terdapat fasilitas Buddhish Temple yang saat ini  sedang dalam pembangunan,  merupakan vihara dengan arsitektur  vihara Tiongkok. Fasilitas lainnya yang akan dibangun di kawasan ini adalah guest house.



     Vihara yang sedang dalam pembangunan

    Tidak terasa sudah dua malam saya dan rombongan menginap di Taman Simalem Resort, kesegaran alam yang saya nikmati selama beberapa hari menambah semangat  untuk melanjutkan aktifitas keseharian saya selanjutnya. Senin  siang merupakan akhir dari perjalanan kami di Taman Simalem Resort. Semoga saya mempunyai kesempatan untuk kembali menikmati keindahan alam di Taman Simalem.







    4 komentar:

    1. Kepada mba prima dien, saya salah satu fans untuk artikel2 menarik yang ditulis oleh mba Dien. Awalnya saya tahu sosok mba prima dien ketika saya search keywords taman simalem resort, lalu muncul di urutan kelima kalau tidak salah di google, yakni tulisan pesona pearl lake toba yang di tulis di kompasiana oleh mba dien. Saya kalau boleh berbagi cerita sedikit, Beberapa pekan lalu tepatnya pada tangal 01 feb 2014 kemarin. Saya ingin menulis cerita saya tentang perjalanan saya keliling sumatra 10 hari, berangkat dari Aceh - medan - Batam - Palembang - Bangka (Pangkal Pinang) - Bangka belitung (Tanjung pinang) - Jakarta (Transit) - Medan (transit) - Aceh. Saya minta masukan dong mba untuk angle penulisannya bagaimana saya harus mendeskripsikan perjalanan saya. apa berbentuk diary atau saya deskripsikan setiap daerah-daerah yang saya kunjungi. Btw saya salut untuk artikel taman simalem resort sangat detail sekali info dan foto2 yang hampir sama dengan foto2 milik saya ketika saya mampir ke taman simalem. Salam kenal yah. hidup blogger. kalau boleh dibaca tulisan saya baru 5 tulisan sih. I'm a newbie hehe http://ferryrahmany.blogspot.com

      BalasHapus
      Balasan
      1. Salam kenal ferry. Sorry baru dibalas, dah lama sy gak buka blog. Senang travelling juga ya. perjalanan selama 10 hari keliling sumatera pasti menarik utk ditulis, saran saya tergantung cerita apa yang ingin disharing, kalo ttng kisah perjalanannya bisa juga ditulis seperti diary tapi di buat per hari mis. Day 1 : aceh - medan, Day 2; Batam - palembang dst. ato ditulis per kota yang dikunjungi. Bisa juga ditulis hal-hal unik, menarik yang terdapat di suatu kota, mis. kuliner, adat kebiasaan dll. Btw, sy belum pernah ke Aceh, pengen bnaget ke sana terutama ke Sabang, pulau weh dan pantai2 lainnya yang katanya sangat indah. Salam Blogger... tetap semangat

        Hapus
    2. Terima kasih mba dien karena sudah mau menanggapi komentar saya hehehe. Jujur saya menjadi termotivasi lagi untuk mau mulai menulis blog setelah lama saya anggurin mba, semenjak saya baca beberapa atikel yang mba Prima tulis, bagus2 dan saya jadi bisa belajar dari tulisan2 mba Prima untuk penggunaan penulisan kata yang tepat dan beretika sehingga alur penulisannya terkesan santai tetapi berbobot dengan info detail yang mba kasih dan itu menjadi tulisan yang asik untuk diikuti.Untuk Sementara ini mba tulisan perjalanan 10 hari keliling Sumatera masih dalam berbentuk draft, bisa menjadi artikel berbentuk "Feature" nantinya kalau sudah jadi semua, baru akan saya publish. Terima kasih atas inputnya jadi akan saya buat scene per scene gitu yah mba : Day 1 Aceh - Medan Day 2 dst. Iya mba kebetulan saya tinggal di Banda Aceh sekarang, pindah dari Jakarta. Banda Aceh juga bagus kok mba banyak tempat bersejarah yang perlu dikunjungi seperti obyek wisata pantai Lhoknga, Museum Tsunami, Kapal PLN PLTD Apung, Kapal di Lampulo kapal yang nyangkut diatas rumah penduduk akibat peninggalan musibah tsunami, dan masih banyak lainnya. Hari kedua baru mba berangkat ke pulau weh nyebrang pulau dengan ferry, asik deh pemandangannya bisa liat ikan lumba2 selama perjalanan laut ke pulau weh dari kota Banda. Salam Blogger.. Keep it up on the good writing :)

      BalasHapus