Kamis, 26 Juli 2012

Warna-Warni Kehidupan di Pasar Sukawati

Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali, pastilah pasar Sukawati akan menjadi salah satu tempat tujuan yang wajib dikunjungi. Bukan karena keindahannya melainkan karena pasar ini menjadi surga belanja bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh dan pernak-pernik khas Bali dengan harga sangat miring. Bagi yang pernah ke Sukawati pasti akan mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan penyataan saya ini.

Namun pada saat saya berkesempatan kembali lagi ke Sukawati, saya bukannya memuaskan nafsu belanja saya yang kadang-kadang kelewatan menurut orang-orang disekitar saya. Kali ini saya lebih memilih tidak belanja sama sekali, hanya berjalan berkeliling di halaman pasar dan sekitarnya untuk mengabadikan moment-moment yang menurut saya menarik. 







Yah ... sejak saya punya pacar baru  (sebuah camera canon),  saya lebih senang hanya jalan-jalan berdua saja dengannya. Mengabadikan moment-moment indah yang ada disekitar kami. 



Bali identik dengan pura yang merupakan tempat sembahyang bagi umat hindu, di depan pasar  Sukawati juga terdapat pura kecil yang digunakan masyarakat sekitar untuk memberikan sesajen yang biasa disebut dengan banten. Sesajen (banten) ini bermacam-macam bentuknya dari yang sederhana sampai yang sangat mewah, hal ini tergantung pada jenis upacaranya. Untuk sembahyang sehari-hari biasanya digunakan sesajen sederhana yang disebut canang.



Sebuah Pura di Pasar Sukawati




Sesajen tidak hanya di letakkan di atas altar di pura tetapi juga diletakkan di tepi jalan. Lalu lalang orang-orang yang melewati jalan tidak menghalangi kekhusukan masyarakat yang meletakkan sesajen sambil memanjatkan doa-doa.



Sesajen di sudut jalan








Pedagang asongan juga tak luput dari perhatian saya, mulai dari yang menjajakan asessoris cantik baik berupa kalung warna warni, gelang dengan harga yang menurut saya sangat miring. Bayangkan tiga buah kalung kayu cantik warna-warni hanya dihargai Rp. 10.000,- saja. Remaja laki-laki juga tak luput dari sasaran pedagang asongan asessoris ini.

Yang tak kalah cantik adalah topi rajut dan juga baju-baju rajut yang dijual dengan harga yang sangat murah. Sangat berbeda jika kita membelinya di kios-kios cenderamata di sepanjang jalan Legian.








Ibu Pembuat Canang di Pasar Sukawati



Kumpulan Canang


Masyarakat Bali tidak bisa lepas dari sesajen (banten) yang ditempatkan dalam sebuah wadah yang terbuat dari daun kelapa muda, wadah ini disebut canang. Di pasar sukawati terdapat ibu yang sedang menganyam  daun kelapa muda yang akan dijadikan canang dan kemudian dijual kembali. Biasanya canang ini akan diisi dengan aneka bunga yang berwarna-warni dan ditambah dengan irisan daun pandan.




Bunga  indah sebagai pengisi wadah canang




Bunga cerah nan  indah sebagai pengisi wadah canang





Saya sempat ngobrol dengan ibu-ibu pembuat canang dan penjual bunga. Mengingat pemberian sesajen dalam bentuk canang sudah merupakan kegiatan sehari-hari maka sudah tentu kebutuhan akan daun kelapa muda pastilah sangat besar. Sambil guyon saya sempat berkata pada ibu pembuat canag " Wah pasti pohon kelapa di Bali ini sudah pada gundul karena setiap hari diambil daun mudanya." Dan ternyata memang karena kebutuhan akan daun kelapa muda sangat tinggi, maka Bali sendiri tidak bisa mencukupi kebutuhan tersebut. Setiap harinya kebutuhan akan daun kelapa muda dipasok dari pulau Lombok dan Jawa.

Biasanya pekerjaan membuat canang dilakukan oleh para wanita.  Namun seiring dengan kemajuan zaman dimana saat ini banyak sekali wanita Bali yang bekerja di luar rumah, menyebabkan  sudah tidak bisa lagi membuat sendiri canang untuk kebutuhannya.  Hal inilah yang dijadikan peluang usaha pembuatan canang. Masyarakat sekarang sudah bisa membeli canang yang dijual di pasar-pasar termasuk di pasar Sukawati.



Gadis Bali penjual canang


Ibu Penjual Aneka Bunga





Bali juga identik dengan surganya seni pembuatan tatto, baik itu yang permanen maupun tatto yang non permanen alias tatto yang hanya buat gaya-gayaan sementara saja. Ternyata penyedia jasa pembuat tatto tidak hanya terdapat di toko eksklusif, bukan hanya terdapat di pantai-pantai terutama di pantai Kuta yang sangat tersohor itu. Namun saya juga menjumpai penyedia jasa pembuat tatto di pasar Sukawati. Dengan peralatan seadanya, duduk di tembok pembatas terlihat  dua orang penyedia jasa tatto dengan sangat serius melukis tatto pada lengan seorang anak muda  yang dari gayanya merupakan wisatawan lokal juga seperti saya.





Macho Man with Tatto ....




Tatto juga ah......



Di pasar Sukawati saya juga melihat dua orang gadis cilik  manis sedang asyik bermain di tangga pasar, sambil  menunggu ibunya berjualan. Saya arahkan kamera pada dua gadis cilik ini dan meminta keduanya tersenyum .... smile.... jepret... jepret. Jadilah foto seperti di bawah ini. Manis kan?



Bocah yang sedang menunggu ibunya berjualan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar