Senin, 14 November 2016

TAGINE .... Kuliner Khas Morocco

MOROCCO ... 

Semua begitu amazing di Morocco membuat saya susah move on even the holiday is over. Hiks.. hiks

Banyak kenangan yang tersisa, tapi kali ini saya ingin mendokumentasikan resep TAGINE kuliner khas Morocco. Siapa tau ntar2 saya bisa nyoba buat tagine made in dewe meskipun pas saat disana sempat bete dengan menu tagine lagi tagine lagi.






Senin, 30 November 2015

Catatan Perjalanan Umrah 2013

Bisa kembali melaksanakan umrah ke Makkah dan Madinah di bulan Juni 2013 merupakan berkah dari Yang Maha Kuasa. Selalu ada kerinduan yang mengusik hati dan pikiran saya untuk kembali, kembali dan kembali lagi mengunjungi Baitullah dan ziarah ke makam Rasulullah. Dalam setiap perjalanan  religi ini selalu ada kisah yang berbeda, pelajaran baru, hikmah yang berbeda yang Alhamdulillah semakin menguatkan iman yang  kadang semakin keropos tergerus oleh rutinitas keseharian.


Hijab

Beragam cara Allah memberikan hidayah bagi seorang muslimah untuk berhijab. Henny, teman seperjalanan dalam umrah kali ini menceritakan bagaimana awalnya dia mulai tergerak hatinya untuk berhijab. Mengganti semua rok mini dan baju-baju "you can see" nya dengan gamis dan gaun-gaun panjang.

Adalah sosok ustad Jeffry atau yang biasa disapa dengan Uje lah yang menginspirai henny untuk mulai berhijab. Tapi bukan ceramah Uje yang menyentuh hatinya untuk berhijab, tetapi peristiwa kematian Uje yang sangat tidak disangka-sangka itulah yang membuat henny tergerak hatinya untuk menggunakan jilbab. Uje meninggal tanggal 26 April 2013 pada usia yang relatif masih muda, 40 tahun.

Melaksanakan umrah pun tidak pernah terlintas dalam benaknya sebelum dia memutuskan untuk berhijab. Sebulan setelah mengenakan jilbab, tanpa ragu dia mendaftar umrah bersama keluarga tantenya. Bahkan henny telah mendaftar haji dengan masa tunggu 13 tahun lagi. Dalam hati saya berdoa agar saya dan henny dapat tetap istiqomah dalam berhijab. 


Naik Turunnya Iman

Pada perjalanan pulang dari Jeddah ke tanah air, saya dan henny duduk bersebelahan. Alhamdulillah, umrah kali ini merupakan umrah yang kesekian kali buat saya. Dalam obrolan disepanjang perjalanan, henny menanyakan motivasi saya untuk ber umrah setiap tahun.

Sayapun menganalogikannya dengan batere handphone, karena terlalu sering dipakai ada saatnya batere tersebut akan soak akibat pemakaian yang terus menerus sehingga batere tersebut perlu di charge ulang (recharge). Demikian pula lah halnya dengan iman dalam diri saya, akibat rutinitas terus menerus tanpa sadar tercipta keterbatasan dalam beribadah dalam diri saya. Kadang  saya terburu-buru dalam melakukan ibadah wajib karena sudah ditunggu oleh rutinitas kerjaan yang lain, kadang juga kurang khusuk dalam beribadah, gak sempat baca Qur'an dan lain-lain.

Adakalanya iman di dalam hati drop karena berbagai permasalahan yang di hadapai. Oleh karena berbagai kondisi dan permasalahan yang dihadapi itulah menurut saya perlu me-recharge  iman dengan melaksanakan umrah. Mensetting agar saya berada di suatu kondisi agar dapat beribadah sepenuhnya tanpa dikejar-kejar rutinitas yang rasanya gak akan pernah ada habisnya. Dalam setahun ada 365 hari, masak sih saya gak bisa menyisakan sekitar 9 sd 12 hari khusus bagi Sang Maha Pemberi Rahmat, Sang Pemberi Rezeki, Sang maha pengasih dari semua yang pengasih.

Begitulah cara saya untuk bersyukur atas semua rahmat, rezeki dan kasih sayang yang telah diberikan-Nya kepada saya. Tak akan cukup waktu yang diberikan untuk membalas semua nikmat yang diberikan Allah. Tak akan cukup waktu yang diberikan untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang telah diperbuat. Ya Allah ... janganlah Kau cabut  nikmat, rahmat dan kasih sayang yang telah Kau berikan selama ini.
Amiin YRA ....

Rabu, 17 Desember 2014

Tips Berkunjung ke Europe

  • Mata uang Euro (1 EUR = Rp. 15.520), lebih baik membawa uang dalam bentuk EURO yang berlaku di setiap negara dan USD yang dapat ditukarkan dengan mata uang negara setempat. Kecuali Swiss menggunakan Swiss Franc.
  • Negara-negara di Europe mempunyai 4 musim (semi, gugur, dingin, panas), bawalah pakaian sesuai dengan kebutuhan. Jangan lupa membawa baju hangat/jaket/mantel untuk antisipasi udara dingin di pesawat dan pada malam hari. Dianjurkan memakai sepatu tumit rendah yang nyaman untuk berjalan jauh dan topi. Jangan lupa membawa payung lipat, kacamata, krim tabir surya, lipgloss dan lotion.
  • PERBEDAAN WAKTU  : di Europe lebih lambat 6 jam dari Jakarta atau kota-kota di Wilayah Indonesia Barat (WIB).
  • Bawalah obat-obatan seperlunya seperti obat sakit kepala, sakit perut, flu, batuk, vitamin. Juga obat-obatan pribadi (jika punya penyakit khusus) beserta resep dokter bilamana nantinya akan diperlukan selama di perjalanan.
  • BAGASI, sesuai ketentuan airlines biasanya setiap orang hanya boleh membawa 1 (satu) bagasi/koper dengan kondisi bagus dengan berat maksimal 20 kg (economy class) dan 1 (satu) buah handbag kecil dengan berat max 7 kg dengan ukuran bag 55 x 36 x20 cm.
  • ELECTRICITY : Sebagai informasi bahwa electricity di Europe 220-230 volts dengan colokan sama seperti di Indonesi
  • MAKANAN : Bagi yang lidahnya susah beradaptasi dengan makanan di Europe, sebaiknya membawa makanan kecl seperti mie instan, sambal, rendang dll. Tapi tidak diperbolehkan membawa makanan yang cepat rusak dan buah-buahan.

Persyaratan Visa Eropa/Schengen (kedutaan France)

Punya rencana untuk traveling ke Europe?
Persyaratannya sebagai berikut :

-  Paspor lama dan paspor baru (6 bulan ke atas)
-  Surat sponsor ditujukan ke Embassy of France (Di atas kop surat dlm bahasa Inggris)
-  Copy SIUP (jika owner)
-  Copy bukti keuangan ( 3 bulan terakhir terupdate)
    Disarankan minimal keuangan Rp. 50 jt / orang dan tidak mendadak
-  Copy kartu keluarga
-  Copy akte nikah
-  Copy akte lahir anak (jika anak ikut)
-  Formulir visa France (Hanya ditanda tangani pada hal 3 no 37 dan kolom signature)
-  Form wajib isi France (Wajib di isi masing-masing lengkap utk appointment website)
-  Foto 4 lembar (Ukuran 3.5 x 4.5 zoom wajah 70 % & latar putih,  kening dan telinga tidak
    boleh tertutup dan foto yang belum pernah dipergunakan)
-  Surat izin suami + copy KTP (apabila suami tidak ikut)
-  Surat ganti nama (jika ada)
-  Surat keterangan sekolah (Untuk anak yang masih pelajar)
-  Akta kematian (jika ada)

Para peserta wajib menghadap untuk biometric/sidik jari sesuai tanggal yang telah di schedule-kan biometric dari kedutaan.
Proses kerja 5 - 14 hari kerja (dan ambil appointment melalui website)


NOTES :
-  Additional requirements (tambahan data jika diperlukan dari kedutaan)
   bisa saja terjadi sewaktu-waktu
-  Nama di passport HARUS sama dengan nama di Kartu Keluarga. Bukti Tabungan
   dan Surat Sponsor
-  Anak di bawah 18 tahun kedua orangtuanya harus datang menghadap dan apalagi salah satu
   atau kedua orang tua nya tidak ikut berpergian ke Europe
-  Alamat di belakang passport tidak boleh menunjukkan alamat di luar negeri (penduduk luar negeri)
-  Keputusan visa diterima atau tidaknya merupakan otorisasi/kebijakan dari kedutaan
   yang bersangkutan
-  Bagi peserta dengan usia prodiktif / sudah lulus wajib melampirkan surat keterangan kerja,
   copy tabungan dan referensi bank (jika diperlukan) / dimasukkan posisi pekerjaan di dalam
   surat sponsor.

Minggu, 12 Oktober 2014

"Ceker Ayam" Made in Bengkel






Cemilan merupakan hal yang wajib disiapkan untuk menemani saat perjalanan jauh. Awal September ketika akan tugas ke Padang Sidempuan seperti biasa kami mampir untuk beli cemilan di sebuah home industri di desa Bengkel. Karena membeli langsung ke tempat produksi sudah pasti harga disini lebih murah jika dibandingkan dengan harga di Pasar Bengkel yang merupakan pusat jajanan dan oleh-oleh.

Minggu, 29 Juni 2014

Catatan Tradisi Punggahan Menjelang Ramadhan

Tradisi punggahan dimaknai sebagai penyambutan  bulan penuh rahmat  merupakan ungkapan kegembiraan karena dapat kembali bergabung dengan bulan yang amat dinantikan oleh umat muslim. Beragam cara masyarakat Indonesia untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan, pada umumnya masyarakat akan melaksanakan ziarah kubur, makan bersama kerabat dan keluarga, ada juga yang melakukan tradisi berpangir yaitu mandi pangir dengan air yang sudah dicampur wewangian yang berasal dari beberapa jenis tumbuhan terutama daun pandan. Tujuannya adalah untuk mensucikan diri  untuk bersiap-siap menyambut Ramadhan.

Ramadhan sudah diambang pintu ketika hari Sabtu siang, 28 Juni 2014 saya dan mimi mengunjungi seorang kerabat guna bersilaturrahmi dan bermaaf-maafan. Karena waktu Ashar telah hampir tiba kami diajak ke mushola Al Hidayah yang terletak di Desa Sei Belumei, Tanjung Morawa yang letaknya tidak jauh dari rumah kerabat tersebut. 

Selasa, 03 Juni 2014

Museum Cinta Le Mayeur dan Ni Pollok di Pantai Sanur








Setelah makan siang dari warung Mak Beng, saya menuju museum Le Mayeur yang terletak di Jl. Hangtuah, Sanur Bali, menghadap pantai Sanur dan berada diantara deretan toko cenderamata yang berada disepanjang pantai Sanur.



Modus Tipu-Tipu




 Pesan DIAN SARI di facebook



Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Mei 2014 sekitar pukul 12.30 WIB saya sempat buka facebook karena melihat ada icon FB di BlackBerry. Di inbox ada pesan baru dan setelah saya lihat ternyata dari seorang cewek yang bernama  DIAN SARI. Isinya seperti foto di atas dimana dia ngakunya tinggal di London, menjadi istri kedua dari seorang  warganegara Amerika, bla...bla... bla.... dan akhirnya cewek ini pengen nitip uangnya kesaya.


Sabtu, 31 Mei 2014

Menunda-Nunda .....



DO IT NOW.  SOMETIME 'LATER' BECOME 'NEVER'


Sudah lama sekali gak nulis diblog pribadi maupun di kompasiana. Ada aja alasan yang membuat aku menunda-nunda untuk sharing perjalanan melalui tulisan. Yang sibuk karena kerjaan lah, banyak rutinitas di keluarga, belum lagi urusan domestik yang kayaknya gak ada habisnya. 

Banyak cerita-cerita perjalanan yang sudah masuk dalam daftar tunggu untuk di publish, tapi jari-jari ini rada berat untuk memulai menekan huruf-huruf di keyboard laptop, komputer maupun tablet. Kisah perjalanan ke Jepang, Turki, tahun lalu belum tuntas ditulis. Kisah spiritual sewaktu menjalankan umrah ke tanah suci masih saja berupa draft  belum kelar juga ditulis. Waktu bulan Maret lalu sempat ke Korea.... tapi lagi-lagi belum kepikiran untuk di sharing. 

Akhirnya pas seminggu lalu liat status teman di facebook : DO IT NOW.  SOMETIME 'LATER' BECOME 'NEVER'. Barulah tersadar bahwa sudah banyak banget   hal-hal yang ingin dan harus dikerjakan tapi gak terlaksana karena sikap menunda-nunda. Awal-awal mulai ngeblog, aku terinspirasi dengan seorang blogger yang bisa mempublish satu tulisan setiap hari.

Karena perjalanan ke Bali baru beberapa minggu yang lalu, masih segar dalam ingatan, tentu lebih    mudah untuk di tulis. Mudah-mudahan ini menjadi pembuka yang manis untuk tulisan-tulisan selanjutnya. Ayo ... Semangaaaat.

Warung Mak Beng : Menu Sederhana Nan Lezat





Menu Ikan Ala Warung Mak Beng



Salah satu kuliner yang perlu dicoba saat berada di Bali terutama jika anda berada di kawasan pantai Sanur adalah warung Mak Beng. Warung ini terletak di Jalan Hangtuah No. 45 Sanur, kira-kira 20 meter  menuju ke arah pantai Sanur. Tepat di depan warung ini terdapat sebuah pura. Informasi yang saya peroleh dari kasir, warung ini buka mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 17.00 sore.