Sabtu, 25 Februari 2012

Gerobak Bubur Baru Pak Saidi

Pagi tadi setelah selesai sarapan, saya bermaksud untuk melanjutkan membaca buku "The Last Emperor",  Kisah Tragis Kaisar Terakhir China. Tiba-tiba saya mendengar bunyi ting .. ting ... ting... , bunyi sendok yang dipukulkan ke mangkok. Ahh... suara yang saya hapal benar, pasti pak Saidi penjual bubur langganan saya
Saya bergegas mengambil mangkok dan keluar rumah untuk membeli bubur kacang hijau buatan pak Saidi. Sebenarnya saya masih kenyang karena sudah sarapan, tapi sudah hampir sebulan juga saya tidak menikmati bubur kacang hijaunya beliau. Sebagian dikarenakan saya banyak melakukan tugas ke luar kota tapi ternyata dari hasil ngobrol-ngobrol singkat dengan pak Saidi ternyata beliau juga sudah agak jarang menyambangi komplek perumahan tempat saya tinggal. Bubur dagangannya seringkali sudah habis di perumahan sebelah sehingga tidak sampai ke perumahan saya. 

Pagi ini ada hal baru yang saya lihat,  pak Saidi mendorong gerobak bubur baru menggantikan gerobak buburnya yang lama yang telah usang. Seperti biasa pak Saidi selalu menyapa saya    dengan  " Assalamu'alaikum Bu " . Setelah menjawab salam dari Pak Saidi, saya berkata " Gerobak bubur baru ya pak ".  Dengan antusias beliau menjawab " ya bu ", selanjutnya pak saidi bercerita kalau   lingkar sepeda pada gerobak barunya dibelinya seharga Rp. 175.000,- . " Itu belum termasuk harga bannya bu " timpalnya lagi.   Ada rasa senang dan rasa bangga dari nada suaranya saat bercerita tentang gerobak barunya. Saya tersenyum dan ikut merasa senang  sambil terus mendengarkan dengan serius semua obrolan pak saidi tentang gerobak bubur barunya.

Pak Saidi dengan Gerobak Bubur Baru

Jumat, 24 Februari 2012

Serba-Serbi Sepanjang Perjalanan di Beijing

Lain lubuk lain belalang, itulah pepatah yang selalu saya ingat   ketika melakukan  perjalanan ke suatu negara/kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya

Dizaman canggih sekarang berbagai informasi mudah diperoleh melalui internet atau dapat juga dari pengalaman teman, kerabat yang telah terlebih dahulu mengunjungi negara/kota tersebut. Informasi tentang negara/kota yang akan dikunjungi  sangat penting untuk memudahkan kita dalam proses adaptasi dan untuk memperlancar perjalanan.

Ada beberapa catatan dan tips yang ingin saya bagikan yang sempat saya  catat sepanjang perjalanan saya ke Beijing pada akhir Febuari 2012 yang masih dalam suasana akhir musim dingin, sebagian catatan ini merupakan info yang disampaikan oleh pemandu tour .

Suasana Malam di Teminal LCC Kuala Lumpur

Perjalanan ke Beijing mengharuskan saya menginap beberapa jam di Terminal LCC Kuala Lumpur untuk melanjutkan perjalanan keesokan paginya. Ini merupakan pengalaman pertama saya bermalam di bandara. Setelah mengisi perut dengan fish burger, kentang goreng dan teh manis panas di Mc Donald's, kami melakukan mapping terlebih dahulu tentang kondisi dan situasi di bandara. Memasuki  ruang keberangkatan di LCC Terminal, saya mengamati area ruang tunggu yang hampir semua kursinya sudah dipenuhi calon penumpang yang sebagian masih duduk-duduk tapi  ada juga yang sudah tidur. Maklumlah saat itu waktu sudah menunjukkan hampir pukul 01.00 pagi. 



Catatan Perjalanan di Beijing

Bulan Febuari masih akhir musim dingin (winter) di Beijing, namun tidak menyurutkan niat saya untuk mengunjungi kota Beijing meski kabarnya udara masih sangat dingin. Perjalanan saya kali ini dimulai dari tanggal 17 - 23 Febuari 2012 yang bergabung dengan salah satu travel dari kota saya. Biasanya musim dingin merupakan musim yang saya hindari bila merencanakan liburan ke negara yang mempunyai 4 (empat) musim, sudah pasti karena saya merasa sulit untuk menyesuaikan diri dengan iklim yang belum pernah saya rasakan.


Catatan  selama di Beijing :


17 Febuari 2012 (Jumat)

Jumat malam dengan pesawat Air Asia flight number AK 1357, pada pukul 21.20 malam berangkat ke Kuala Lumpur. Perjalanan ke Kuala Lumpur hanya ditempuh dalam satu jam saja dan kami tiba di Terminal LCC pada pukul 23.20 malam, waktu di Kuala Lumpur satu jam lebih cepat dari Medan. 

Setelah proses imigrasi dan pengambilan bagasi dilanjutkan dengan acara bebas tetapi besok pagi (sabtu) pukul 06.00 pagi sudah harus berkumpul lagi di depan Mc Donald. Sebagian peserta melanjutkan dengan mencari makan malam atau bisa juga disebut dengan makan sahur... hehehe , karena waktu sudah menunjukkan hampir pukul 01.00 pagi. 

Pada umumnya peserta memilih stay di bandara tetapi ada juga keluarga yang memilih menginap di hotel di sekitar bandara. Ini pengalaman pertama saya stay di bandara untuk menunggu penerbangan berikutnya. 

Kamis, 16 Februari 2012

Evaluasi Bekal Akhirat



Rabu malam sehabis Isya, saat saya mengikuti tahlilan  malam ke tiga  di rumah seorang kerabat dekat, ada beberapa catatan yang sempat saya tulis dari tausiyah yang disampaikan oleh ustad. Sengaja saya buat tulisan sebagai pengingat dan penguat hati  untuk saya agar selalu sabar saat diberi Allah musibah, cobaan dalam bentuk apapun yang merupakan ujian dari Allah.

Kehilangan orang-orang yang dikasihi baik itu orangtua, anak, suami , istri, adik, kakak dan keluarga lainnya tentu saja meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi setiap orang yang pernah mengalaminya. Saya sudah mengalaminya jadi saya sangat bisa merasakan bagaimana perasaan seorang yang baru saja kehilangan orang yang dikasihi. Hati terasa hampa, serasa separuhnya ikut pergi bersama orang yang kita kasihi. Apalagi jika meninggal secara tiba-tiba, ikhlas itu sulit sekali dihadirkan dihati. Banyak sekali  kenapa, kalau, andai dan pertanyaaan lainnya  berseliweran dikepala.

Tetapi tidak ada yang abadi di dunia ini, dunia hanya tempat persinggahan sementara untuk menyiapkan bekal pada kehidupan yang kekal, kematian itu akan menghampiri, cepat atau lambat, suka atau tidak suka, siap atau tidak siap. Seperti yang tercantum dalam ayat :  

" Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan." (QS. 29:57).

Kamis, 09 Februari 2012

Obrolan Sore Dengan Penjual Durian

Dalam perjalanan pulang dari Kuala Simpang, Aceh  ke Kota Medan,  kami harus melewati  Kecamatan Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat yang berbatasan dengan Aceh Tamiang  dan beberapa kecamatan lagi terlebih dahulu sebelum sampai ke Kota Stabat yang merupakan  ibukota Kabupaten Langkat. Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB saat kami mendekati jembatan batas antara kecamatan Hinai dengan kota Stabat, belasan pedagang  menjajakan buah manggis di sepanjang jalan menuju jembatan, banyak juga pedagang buah durian. Melihat deretan buah durian yang tersusun rapi, kamipun tergoda mencicipi durian sebelum melanjutkan perjalanan ke Medan  

Setelah shalat Ashar terlebih dahulu di Mesjid Raya Stabat yang terletak tidak berapa jauh dari jembatan, kamipun kembali ke arah pedagang durian dan memilih tempat disalah satu pedagang durian yang mempunyai pondok yang lumayan nyaman untuk makan durian sambil santai.




Pedagang Durian

Rabu, 08 Februari 2012

Menjauhkan Yang Dekat dan Mendekatkan Yang Jauh

Malam hari dipenghujung Desember 2011, kala itu saya sedang ngobrol-ngobrol dengan  sepupu  dan istrinya Diar serta dua orang tante saya yang meskipun tinggal sekota dengan saya tapi sudah agak lama juga tidak ketemu, apalagi dengan sepupu saya yang jelas-jelas beda kota, wah ... bisa dihitung dengan jari jadwal ketemu kami, biasanya kalau ada acara keluarga yang menikah atau kalau mereka pulang lebaran barulah kami bisa ketemu.

Selasa, 07 Februari 2012

Rekayasa Sejarah Keluarga

Desember tahun lalu, saya berkesempatan mengikuti acara wisuda adik sepupu yang baru saja menyelesaikan kuliah S1 di kota kami. Setiap calon wisudawan/ti diberi selembar undangan  kepada orangtua yang berlaku untuk dua orang. Berhubung orangtua laki-laki (bapak) dari adik saya ini telah meningggal   dan karena dalam keseharian saya salah satu yang cukup dekat dengan sepupu saya ini maka  saya diajak mewakili keluarga  menemani tante saya.

Seperti biasa menghadiri acara wisuda membutuhkan kesabaran bagi undangan karena lamanya prosesi acara berlangsung tetapi tentu saja sangat mendebarkan, membahagiakan  dan membanggakan bagi yang diwisuda dan keluarganya.  Acara wisuda dimulai pukul 8 pagi, Saya tetap bersabar mengikuti satu persatu acara yang diselingi  dengan beberapa kali keluar masuk toilet, beberapa kali keluar masuk ruang acara karena pinggang pegal akibat capek duduk terus menerus dan beberapa kali juga keluar ruangan acara karena harus menjawab telepon masuk dan tidak mungkin untuk ngobrol di telepon pada ruangan yang sangat berisik seperti itu.

Minggu, 05 Februari 2012

Buku Baru Untuk Taman Bacaan Madani

Diskon buku di Gramedia menjadi salah satu hal yang selalu kutunggu-tunggu. Hari Sabtu sore saya sengaja datang ke Gramedia Gajah Mada untuk hunting buku-buku  lama yang sudah didiskon tapi masih layak untuk menambah koleksi buku di  Taman Bacaan Madani yang saya kelola. Sebenarnya sudah beberapa hari yang lalu saya melihat ada penjualan buku-buku murah di halaman toko buku Gramedia tetapi karena berbagai kesibukan barulah sabtu sore saya sempat  mampir ke Gramedia.


Taman Bacaan Madani

Rabu, 01 Februari 2012

Pilih Kopi Jantan atau Kopi Betina?

Buat anda yang senang ngopi pasti sudah biasa mendengar bahkan minum kopi luwak, kopi gayo , kopi toraja dan jenis-jenis kopi lainnya yang saya tidak begitu hapal, karena saya sebenarnya bukan  penikmat kopi. Saya ngopi paling pada waktu-waktu tertentu saja... biasanya karena ada acara rame-rame dan kudu ngopi sebagai pengusir rasa kantuk. Budaya ngopi   sudah menjadi kebiasaan bagi sebagian masyarakat kita, mulai dari kelas warung kopi, kopitiam sampai gerai kopi di Starbucks ramai dikunjungi penikmat kopi.  Atasan  saya  dikantor,   begitu nyampe  langsung minta disediakan kopi sebelum memulai aktifitas kerjanya.  Lain lagi dengan teman saya yang sangat maniak kopi, buatnya ngopi sudah kayak minum obat saja,  minimal 3 kali sehari. Jadwalnya pun  persis sama yaitu pada pagi hari, setelah makan siang harus ngopi juga dan sore hari. Sesekali ada juga jadwal kopi sore (kopsor) bareng teman-teman lainnya.

Kali ini saya pengen bagi-bagi cerita tentang kopi jantan (male coffee) atau yang biasa disebut pea berry coffee. Tapi pernahkah anda mendengar atau bahkan minum kopi jantan?


Buah Kopi