Kamis, 26 Juli 2012

Warna-Warni Kehidupan di Pasar Sukawati

Bagi wisatawan yang sedang berkunjung ke Bali, pastilah pasar Sukawati akan menjadi salah satu tempat tujuan yang wajib dikunjungi. Bukan karena keindahannya melainkan karena pasar ini menjadi surga belanja bagi wisatawan yang ingin membeli oleh-oleh dan pernak-pernik khas Bali dengan harga sangat miring. Bagi yang pernah ke Sukawati pasti akan mengangguk-anggukan kepalanya tanda setuju dengan penyataan saya ini.

Namun pada saat saya berkesempatan kembali lagi ke Sukawati, saya bukannya memuaskan nafsu belanja saya yang kadang-kadang kelewatan menurut orang-orang disekitar saya. Kali ini saya lebih memilih tidak belanja sama sekali, hanya berjalan berkeliling di halaman pasar dan sekitarnya untuk mengabadikan moment-moment yang menurut saya menarik. 




Mengenang Mesjid Al Aqsha


Mesjid Dome of The Rock (Mesjid Kubah Emas)



Sehabis sahur sambil menunggu masuknya azan subuh, biasanya saya menonton acara Musafir  yang ditayangkan disalah satu televisi swasta. Sejak awal Ramdahan lokasi yang dikunjungi  team Musafir adalah Masjidil Aqsa dan Dome of the Rock.

Melihat tayangan tersebut mengingatkan saya akan perjalanan rohani saat mengunjungi Masjidil Aqsa  belasan tahun lalu tepatnya pada Juli 1997.  Menggali kembali memori yang sudah sangat lama bukan pekerjaan mudah. Saya harus membuka album foto-foto lama saat saya berada di Palestina untuk mereka ulang semua pengalaman selama disana. Kala itu dunia fotografi belum memasuki era digital, masih dengan roll film ASA 100 atau 400. Jadi saya harus scanning dulu foto-foto lama tersebut agar bisa ditampilkan untuk mendukung tulisan ini.

Kamis, 19 Juli 2012

Liar Nan Indah

Kalau mendengar kata liar  apa yang terbayang di benak anda?? Pasti anda akan membayangkan sesuatu yang terlihat garang, sangar, keras dll. Yaah .... sesuatu yang sangat membuat kita merasa tidak nyaman. Namun yang satu ini lain, liar namun indah, keunikan dan kebersahajaannya membuatnya terlihat indah dan eksotik meski hanya berada diantara semak belukar.

Gak percaya nih .... lihat aja foto-foto di bawah ini. Silahkan menikmati bunga-bunga liar nan indah ini.



Rabu, 11 Juli 2012

Kuliner Khas di Kampung Leluhurku

Kota Kecamatan yang bernama Porsea mungkin tidak begitu familiar bagi masyarakat umum. Di kota kecil ini terdapat sebuah pabrik pulp (bubur kertas)  Indo Rayon yang beberapa tahun lalu sempat menghebohkan karena masalah pencemaran lingkungan. Pabrik pulp ini tepatnya berada di desa sosor ladang, Kecamatan Porsea.

Sabtu 7 Juli 2012, pada saat berkesempatan ziarah menjelang Ramadhan, saya sempat mendokumentasikan kuliner khas di daerah ini, tentu saja dengan panduan dan informasi  dari tante saya yang memang lahir dan besar di kota kecil ini. Beliau mempunyai banyak kenangan manis tentang kuliner di kota ini, ada juga beberapa kuliner yang sudah familiar dengan dengan saya.

Di bawah ini beberapa jenis makanan yang sempat saya dokumentasikan :



Bagot ni horbo (Tahu Susu Kerbau) 

 

Makanan   khas yang pertama adalah bagot ni horbo (tahu susu kerbau). Selain di kota ini , makanan ini  biasanya juga terdapat di kota-kota sekitarnya di  Kabupaten Tapanuli Utara. Bagot ni horbo ini berasal dari susu kerbau yang cair.

Bagaimana proses pembentukan susu kerbau cair ini menjadi tahu ?

Dalam proses pembentukannya menjadi tahu, biasanya susu kerbau  cair ini dimasak pada api  dengan suhu kecil  sehingga tidak terlalu panas. Kemudian susu cair akan  mendidih pelan-pelan dan mengental. Untuk membuatnya menjadi keras seperti tahu (lihat gambar di bawah), kedalam susu kerbau cair yang sedang di masak ini diberi  perasan air daun pepaya yang akan membuat susu kerbau cair ini akan mengental sehingga berbentuk seperti tahu. 

Dalam  proses pemasakan biasanya akan muncul buih-buih  pada bagian atas susu yang sedang dimasak. Buih-buih ini harus diambil sedikit demi sedikit  hingga  perlahan-lahan susunya akan mengental.





Potret Petani Rumput Laut di Pulau Lembongan, Bali

Siapa sih yang dapat menyangkal kelezatan puding  agar-agar? Makanan yang biasanya dijadikan makanan penutup ini sangat disukai karena kelembutan teksturnya terutama oleh anak-anak. Tetapi mungkin masih ada juga orang yang tidak tahu tentang bahan dasar dari agar-agar tersebut,   terutama bagi penduduk yang tinggal di kawasan perkotaan.

Tentu tidak demikian halnya dengan masyarakat yang bermukim di daerah pantai , khususnya di Pulau Lembongan. Yah ... rumput laut yang merupakan bahan dasar dari pembuatan tepung agar-agar ini sudah menjadi tanaman yang familiar bagi masyarakat pantai  disana.

Pada saat berada di Pulau Lembongan beberapa waktu yang lalu, saya melihat banyak sekali hamparan rumput laut yang  sedang dijemur di halaman rumah penduduk. Jenis rumput laut ini berbeda-beda yang kalau dilihat sekilas dapat dibedakan dari warnanya saja, ada rumput laut yang berwarna hijau, merah. Tetapi jika sudah dijemur kesemua rumput laut itu akan berubah warnanya  menjadi putih keruh.




Rumput laut segar yang baru dijemur  berwarna merah dan hijau

Senin, 09 Juli 2012

Serunya Jalan-Jalan di Dasar Laut Pulau Lembongan, Bali


Sejak mengenal snorkeling, saya  sangat terkagum-kagum dengan dunia bawah laut. Snorkeling pertama saya tahun 1999 di Tanjung Aan Lombok, yang lebih dikenal dengan "pantai kuta" nya Lombok. Rasanya luar biasa saat bisa melihat keindahan biota bawah laut terutama menikmati keindahan karang dan ikan-ikan yang berwarna-warni. Ada sensasi yang berbeda tatkala ikan-ikan menggigit tangan saya pada saat sedang memberikan roti sebagai makanan ikan-ikan tersebut.

Setelah snorkeling pertama itu, dalam setiap liburan yang mengarah ke pantai atau dalam kondisi tugas ke  daerah yang mempunyai laut indah  untuk ber-snorkeling, selalu saya berupaya untuk memuaskan  hobi baru  terhadap keindahan bawah laut.





Selasa, 03 Juli 2012

Kisah di Sepanjang Perjalanan


Dalam perjalanan saya dua minggu diakhir bulan Juni ada beberapa catatan yang sempat saya rekam dari orang-orang disekitar saya selama perjalanan. Kisah-kisah yang saya dapatkan selama dua minggu ini saya rangkum dalam cerita dibawah ini.



Passion

Sabtu, 23 Juni 2012 dalam pesawat pada perjalanan Denpasar – Jakarta – Medan. Saya duduk di kursi 14 F di lorong dan  di sebelah saya duduk dua orang orang ibu-ibu yang  bersahabat karib. Saat itu saya masih terasa ngantuk karena harus bangun pagi-pagi sekali, namun diantara rasa ngantuk, saya mau tak mau mendengar juga seluruh obrolan mereka berdua dari mulai selingkuhan mantan menteri yang dibaca ibu yang bernama Sri dari tabloid Femme sampai dengan pembahasan mereka tentang anak-anak dan keluhan tentang kebiasaan suami mereka.