Minggu, 26 Agustus 2012

Berkuda Menyusuri Komplek Candi Gedong Songo di Bandungan, Jawa Tengah

Pada saat berkunjung ke Semarang beberapa waktu yang lalu, saya disarankan seorang teman untuk mengunjungi Candi Gedong Songo yang namanya tidak begitu familar  buat saya. Candi Gedong Songo memang tidak sepopuler Candi Borobudur atau Candi Prambanan yang sudah terkenal bahkan sampai ke mancanegara terutama Candi Borobudur. Bagi masyarakat Jawa Tengah Candi Gedong Songo merupakan   salah satu tempat rekreasi   yang memadukan antara keindahan alam dengan cagar budaya/benda purbakala.


 Papan informasi komplek Candi Gedong Songo



Candi Gedong Songo  terletak di lereng Gunung Ungaran   Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Jarak tempuh untuk mencapai candi ini sekitar 25 km dari Ambarawa, diperlukan perjalanan sekitar 45 menit dari Kota Ambarawa dengan jalanan yang cenderung menaik dan kemiringan cukup  tajam

Jumat, 24 Agustus 2012

Jalan Panjang Untuk Mendapatkan Kembali Hak Atas Tanah

 

Sengketa hak atas  tanah sudah menjadi  permasalahan yang tak berujung di negeri kita ini. Lihat saja berita-berita di media yang menggambarkan bagaimana carut marutnya proses hukum atas sengketa tanah dan sistem pertanahan di negeri ini.

24 Juli 2012 yang bertepatan dengan 4 Ramadan 1433 H  merupakan tanggal  keramat buat saya. Memangnya kenapa? Karena pada tanggal tersebut terbitnya sertifikat atas nama saya setelah melalui proses pengadilan sampai terbitnya sertifikat selama 7 tahun. Bayangkan diperlukan 7 tahun lamanya untuk sebuah proses sengketa tanah.

Berikut ini saya tuturkan  pengalaman panjang saya untuk mendapatkan hak tanah saya kembali setelah melalui proses pengadilan yang panjang dan melelahkan. Kemudian diikuti dengan proses pembatalan sertifikat terdahulu dan penerbitan serifikat baru atas nama saya.

Kamis, 23 Agustus 2012

Tiga Berkah di Bulan Ramadan





Alhamdulillah  ....

Ramadan 1433 H ini benar-benar merupakan bulan penuh berkah. Gak tanggung-tanggung, Allah memberiku tiga berkah secara berturut-turut selama Ramadan.  Aku jadi teringat Surah Ar-Rahmaan " Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ? "



Berkah   pertama Ramadan

Pada minggu pertama Ramadan Allah memberiku rezeki sehingga aku bisa membeli tunggangan yang baru, menggantikan kuda  yang sudah  hampir 5 tahun setia  menemani perjalananku.


Berkah   kedua Ramadan  

24 Juli 2012 merupakan tanggal keramat buatku, gimana tidak?  Permasalahan tanah yang sudah dimulai sejak tahun 2005 akhirnya selesai juga dengan terbitnya sertifikat tanah atas namaku. Bayangkan 7 tahun lamanya .....

Proses panjang telah kami (aku dan bapak) lalui  mulai dari proses pengadilan PTUN Medan, Pengadilan Tinggi bahkan sampai ke Mahkamah Agung yang berakhir dengan keputusan yang selalu memenangkan aku sebagai penggugat BPN Medan dan mengharuskan BPN menerbitkan sertifikat atas namaku dan membatalkan sertifikat terdahulu. 

Sayangnya Bapak yang selalu berdiri dibarisan terdepan untuk mendukungku telah dipanggil oleh sang Khalik , Allah swt. pada 28 Oktober 2010 yang lalu sehingga beliau tidak sempat menikmati akhir dari perjuangan kami ini.

Hanya doa yang bisa aku panjatkan buat beliau.

Rabu, 22 Agustus 2012

Mampir Sejenak di Museum Kereta Api, Ambarawa

Naik kereta api tut ..... tut ....tut .....
Siapa hendak turut
ke Bandung Surabaya ...



Berkunjung ke Museum Kereta Api di Ambarawa mengingatkan saya akan lagu di atas, lagu yang sering saya nyanyikan pada masa kecil, apalagi saat sedang melakukan perjalanan dengan kereta api.

Yah... museum kereta api di Ambarawa merupakan salah satu tujuan wisata di kota kecil ini.  Museum kereta api ini unik, menarik karena  teknologinya yang diusung oleh museum  ini merupakan  teknologi kuno peninggalan penjajah Belanda pada waktu itu. 

Museum Kereta Api, Ambarawa tidak menggunakan bangunan yang tertutup, gedung museum ini hanya berbentuk hanggar. Bangunan museum ini merupakan stasiun kereta api  lama yang dibangun pada tahun 1873. Saat ini stasiun yang berdiri pada ketinggian 474,40 meter di atas permukaan laut ini  hanya melakukan kegiatan operasional untuk  lori kereta wisata.

Di halaman museum, sebelum kita masuk ke stasiun yang merupakan gedung museum ini terdapat sebuah lokomotif tua yang sudah dicat  ulang dan terlihat rapi, apik dan menarik. Lokomotif tua ini berfungsi sebagai ikon Museum Kereta Api, Ambarawa.








Lokomotif tua yang berfungsi sebagai ikon museum 


Aibmu, Aibku, Aib Kita. So ..... Kenapa Harus Diumbar.


Dalam pergaulan sehari-hari tanpa  disadari kita sering terjebak untuk mengungkapkan atau mengumbar kekurangan pasangan kita masing-masing.  " Curhat " menjadi ajang tempat untuk berkeluh kesah terhadap hal-hal yang tidak disukai dari pasangannya. Kalau masih taraf pacaran atau berteman dekat, hal tersebut masih bisa dimaklumi.

Namun jika sudah menjadi pasangan suami istri yang sah,  bahkan sudah punya beberapa anak-anak yang lucu-lucu. Hal ini tentu akan menjadi sinyal-sinyal negatif bagi kelanggengan rumah tangga. Bukankah pada masa proses berpacaran masing-masing sudah mengetahui kelebihan dan kelemahan pasangannya. Meskipun saat itu ada saja sifat-sifat yang belum terlihat seluruhnya, namun niat suci yang diwujudkan dalam ikatan perkawinan dapat dijadikan benteng  untuk memperkokoh  keharmonisan rumah tangga. Komitmen untuk menerima segala kelebihan dan kekurangan diawal perkawinan juga hal yang harus menjadi pertimbangan.



Dengan fenomena social media saat ini, curhat sudah tidak lagi dilakukan person to person tapi sudah merambah melalui facebook, twitter dengan update status tentang beraneka ragam, kadang tanpa disadari juga mengungkap permasalahan yang sedang dihadapi dengan pasangannya yang pada akhirnya malah akan membongkar aib sendiri.

Selasa, 07 Agustus 2012

Alah Bisa Karena Biasa

Puasa terasa berat bagi orang tidak biasa melakukannya. Makanya sering kita melihat remaja bahkan orang dewasa yang sudah semestinya berpuasa di bulan Ramadan namun justru tidak berpuasa dengan seribu satu macam alasan. Salah satu alasan klasik yang sering kali kita dengar adalah tidak bisa berpuasa karena sakit maag.

Namun tidak demikian dengan para keponakan saya ini, meskipun masih berusia sangat belia  tetapi mereka sudah mulai belajar melaksanakan rukun islam yang ke tiga yaitu berpuasa.  Kemampuan seseorang  untuk puasa merupakan faktor kebiasaan yang sudah ditanamkan sejak kecil di lingkungan keluarga.  Jadi menurut saya salah satu faktor yang menyebabkan  puasa bisa dilakukan adalah karena kebiasaan. Yah .... alah bisa karena biasa.

Beberapa waktu lalu saat mengunjungi adik di Pekanbaru, saya berkesempatan untuk melakukan ibadah puasa bersama-sama dengan keponakan-keponakan. Saya tiba di Pekanbaru pada hari Jumat pukul 11.00 siang. Udara terasa sangat panas, membuat enggan rasanya berlama-lama di luar ruangan, namun kami harus terlebih dahulu menjeput keponakan di sekolahnya baru bisa kembali ke rumah adik saya yang terletak di Komp. Pondok Mutiara.

Saat berada di mobil menuju sekolah Dharma Yudha, keponakan saya yang paling kecil yang berumur 5 tahun, Alysa Zhafirah Sakinah bertanya pada mamanya "Ma, sudah jam berapa?  Icha buka puasa ya." tanyanya dengan suara khasnya yang lembut.
"Sebentar lagi ya , kira-kira 10 menit lagi saja, sabar ya." jawab adik saya. Saat itu jam masih menunjukkan pukul 11.50 menit dan adik saya terus mengajak sang anak ngobrol-ngobrol sebagai bentuk pengalihan dari keinginan anaknya untuk berbuka. Kalau sedang berada di rumah biasanya Icha di ajak bermain supaya dia lupa waktu.

Senin, 06 Agustus 2012

Menanti Sang Waktu

Waktu kan menjawab semuanya

Biarkan Allah yang menyingkap tabir

Biarkan Allah yang membuka topeng

yang berbalut kalamNya

Biarlah Allah yang menetapkan takdirNya

Karena tak ada yang luput dari penglihatan Allah

Cepat atau lambat saatnya pasti tiba