Minggu, 16 September 2012

Boleh Masuk Jalur Busway di Pagi Hari


Itu bukan kata saya lho ... tetapi kata supir taksi Cipaganti yang saya tumpangi pada hari Jumat, 14 September 2012. Saat itu saya sedang menuju ke sebuah instansi yang lokasinya berada di depan Taman Suropati, Jakarta. 

Seperti biasa, jalanan pagi hari di Jakarta  selalu ramai, sibuk dan sudah tentu macet. Pada saat terjebak kemacetan, tiba-tiba supir taksi mengarahkan mobilnya memasuki jalur busway yang setahu saya tidak boleh dilalui oleh kenderaan lain,   khusus hanya untuk bus trans jakarta.

Karena tahu ini melanggar aturan, sayapun bertanya, "Kenapa masuk jalur busway pak, kan dilarang?"

"Gak apa-apa bu, kalau pagi hari dan jalanan macet, boleh kok masuk jalur busway. Batasnya pukul 9 pagi, kalau lewat jam segitu baru deh pak polisi nilang" 
"Lagian kita juga gak sendirian, di depan juga sudah ada yang masuk, makanya saya berani masuk juga bu." Tutur pak supir taksi.

"Gimana kalau nanti di tangkap polisi pak, siapa tahu di depan pak polisi sudah nungguin?" tanya saya lagi dengan nada suara yang mulai khawatir. Namun pak supir ini sepertinya sangat menguasai medan dan jago ngeles, berikut ini penjelasan lanjutan  beliau.

"Biasanya kalau pagi, pak polisi malas nilang bu, karena banyak mobil yang masuk jalur busway, capek pak polisinya karena baru nilang yang depan biasanya mobil yang dibelakangnya sudah pada keluar jalur, pembatasnya kan rendah bu, asal turunnya pelan-pelan pasti aman. Lagian kalau di tilang kan yang depan dulu, kita kan masih sempat keluar jalur." 

Setelah mendengar penjelasan pak supir, saya melihat ke belakang dan ternyata bus trans jakarta tepat berada di belakang taksi yang saya tumpangi. Wah ....
Ternyata benar penjelasan beliau, taksi kami bisa dengan leluasa melaju di jalur busway dan selamat keluar jalur tanpa ada petugas yang menghentikannya. Akhirnya taksi kembali ke jalur umum dan saya bisa sampai ke tujuan dengan selamat.

Hati kecil saya protes dan gak setuju dengan tindakan beliau, buat saya aturan ya tetap aturan yang harus di taati tanpa alasan apapun. Namun apa daya saya karena mereka lah sang penguasa di Jakarta yang sudah tentu hapal benar dengan ritme kota ini, saya kan   hanya sekali-kali berkunjung.